kompetiblog 2010

Kompetisi Blog • Studi di Belanda

Written by: yosuakristianto on April 14, 2010 @ 9:25 am

Architecture: The art or science of building; specifically : the art or practice of designing and building structures and especially habitable ones, by Merriam-Webster Dictionary

Kutipan di atas adalah sebuah definisi dari kata “Arsitektur” menurut Merriam-Webster, terjemahan Bahasa Indonesianya berbunyi: sebuah seni atau ilmu pengetahuan dari bangunan; secara spesifik: seni atau praktek merancang dan membangun struktur dan terutama yang didiami. Saya pikir, seluruh orang di muka bumi ini tanpa mereka sadar atau tidak sadar telah mencicipi karya dari ilmu arsitektur. Rumah yang kita diami, sekolah yang pernah kita sekolahi, mall atau pasar yang kita kunjungi, bahkan bangunan tempat kita bekerja adalah sebuah karya nyata dari ilmu arsitektur. Hasil karya arsitektur tentu memiliki juga yang namanya nilai jual/ekonomis yang berbeda satu dengan lainnya; dalam hal ini saya berpendapat bahwa nilai ekonomis sebuah bangunan berbanding lurus dengan kreatifitas sang arsitek dalam merancang bangunan tersebut.

Ilmu perasitekturan sudah menjadi ilmu yang dianggap penting oleh orang-orang di Belanda dari sejak jaman dahulu kala, mulai dari era tahun 1900an hingga detik ini, masterpiece atau mahakarya para arsitek terkemuka dari Belanda sudah menghiasi kota-kota di seluruh dunia, terutama di negara Indonesia sendiri. Dalam beberapa menit ke depan saya akan mencoba membawa anda semua (yang membaca postingan ini tentunya) untuk menjelajahi ruang dan waktu demi melihat beberapa mahakarya hasil inovasimeneer-meneer Belanda di beberapa kota dunia yang bisa membuat anda terkagum-kagum.

1. Societeit Concordia (1921), Bandung Indonesia
De Societeit Concordia adalah sebuah gedung yang didirikan dengan tujuan awal menjadi tempat berekreasi dan berkumpul para pengusaha dan aristokrat Belanda di kota Bandung dan sekitarnya. Pada tahun 1895 bangunan ini dibuat dengan arsitektur bangunan biasa hanya saja sedikit lebih besar dari rumah biasa agar bisa digunakan untuk duduk-duduk sambil minum teh.
Berikut adalah gambar dari de Concordia 1895:

de Concordia (1895)

Kemudian pada awal tahun 1920, dua orang arsitek Belanda yang adalah punggawa dari gaya Arsitek Art Deco di Indonesia diberikan sebuah kehormatan untuk mengubah de Concordia klasik menjadi salah satu bangunan terbesar dan termegah di kota Bandung. Dua orang tersebut adalah Van Galen Last dan Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker, inovator dari seni arsitektur bangunan di Indonesia yang sangat ahli dalam seni Art Deco, di mana seni Art Deco mengharuskan adanya tingkat ketelitian bangunan secara simetris dan secara matematis.
Berikut bisa dilihat juga photo Meneer Schoemaker:

Meneer Schoemaker

Alhasil, polesan tangan para arsitek Belanda yang dipadu dengan marmer Italia sebagai fondasi gedung dan juga kayu cikenhout ini mampu mengubah de Concordia klasik menjadi de Concordia yang megah dan sampai detik ini berdiri utuh di jantung kota Bandung, bahkan karena kapasitas dan kemegahannnya, de Concordia (Sekarang ini Gedung Merdeka) dipilih menjadi saksi sejarah dunia dalam membantu kemerdekaan negara-negara Asia dan Afrika melalui konferensi tingkat tinggi yang terkenal dengan sebutan KAA (Konferensi Asia-Afrika).

Concodia (1921)

Gedung Merdeka

Gambar diambil dari: Asia-Africa Museum

2. Bosscha Observatory (1928), Lembang-Indonesia.
Bosscha Observatory adalah satu-satunya tempat pengamatan bintang dan luar angkasa di negara kita (Indonesia), boleh dibilang Bosscha adalah warisan dari Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Karena NISV mengetahui pentingnya menggali ilmu pengetahuan tentang bintang dan angkasa luar, maka sang Bapak Art Deco pada era tersebut (Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker) diberikan sebuah mandat serta sokongan dana yang besar untuk mendesain arsitektur Bosscha Observatory, di bawah ini adalah snapshot dari Bosscha Observatory yang diambil langsung dari situs resmi Bosscha:

Sekarang ini, Bosscha Observatory telah menjadi aset negara dan dunia karena dampak dari Bosscha sendiri tidak hanya bagi negara Indonesia namun turut membantu observasi bintang dalam ruang lingkup internasional.

3. Delta Works (1953-1997), Belanda
Saya teringat bahwa bung Karno, Bapak Bangsa Indonesia, pernah memberikan sebuah nasihat “Jas Merah”, yang berarti Jangan Sekali-Kali Melupakan Sejarah. Mengikuti nasihat beliau, saya menyelidiki kembali sejarah geografis negeri Belanda yang sangat unik bahwa Belanda merupakan low-lying country yang berarti hampir sebagian wilayah daratannya berada di bawah permukaan air laut ataupun berketinggian kurang dari 1 meter dari permukaan laut. Situasi yang ada membuat para penduduk di sana memberdayagunakan akal budi mereka untuk mencari solusi dari permasalahan geografis ini demi kelangsungan hidup mereka. Memang salah satu solusinya sempat merugikan bangsa Indonesia karena mereka kepikiran untuk melakukan kolonialisasi ke daerah-daerah lain dan melakukan imigrasi ke bangsa-bangsa lain, tapi salah satu yang paling menakjubkan adalah bagaimana mereka bisa menciptakan sebuah projek membangun Dam disertai Storm Barrier (pelindung badai) di seantero Belanda yang dinamakan projek Delta Works & Zuiderzee Works. Pembangunan kedua proyek ini diakui sebagai salah satu dari Seven Wonders of the Modern World (Tujuh Keajaiban Dunia Modern) oleh American Society of Civil Engineering, hasil karya ini layak diberikan penghargaan satu dari tujuh keajaiban dunia modern dikarenakan menggunakan konsep memperpendek garis pantai dan memutarbalikkannya ke danau air tawar. Konsep ini hanya bisa diterapkan dengan menggunakan hidrolik sistem agar mampu membuat keseimbangan antara badai yang datang dengan ketinggian air laut, jika ketinggian air laut tidak berubah walaupun ada badai, bisa dibilang dataran negeri Belanda yang rawan banjir tidak akan kebanjiran. Anda bisa melihat satu gambar di bawah yang merupakan storm barrier terakhir bernama Maeslantkering dari projek yang dibuat dari 1953-1997, projek yang cukup lama dan merupakan inovasi luar biasa baik di bidang teknologi pengaturan air maupun dari sisi arsitekturnya sendiri:

The Model of Maeslantkering

Maeslantkering

Maelstankering ini diborong oleh seorang arsitek yang juga konstruktor bernama Wim Quist, beliau adalah salah seorang senior dalam kancah perarsitekturan di Belanda, pernah menjabat menjadi kepala arsitek di kepemerintahan Belanda pada tahun 1974-1979, di bawah ini adalah foto dari Meneer Wim Quist yang lagi-lagi layak diacungi jempol:

Meneer Wim Quist

Informasi dan gambar diambil dari: Delta Works, Maeslantkering, Deltawerken, Netherland Architecture Institue, Engineering Works: Maeslantkering.

4. Amsterdam Arena (1993-1996), Amsterdam-Netherland
Amsterdam Arena adalah stadion utama di negeri kincir Belanda. Stadion ini dibangun agar bangsa Belanda tidak ketinggalan dengan negara-negara lain yang membangun stadion dengan kapasitas yang besar demi menyelenggarakan even-even penting di bidang olahraga seperti Olimpiade, kejuaran sepak bola dunia, kejuaraan sepak bola eropa, piala champions, dll. Mengapa Amsterdam Arena ini saya masukkan dipostingan ini adalah karena Amsterdam Arena merupakan stadion pertama di benua Eropa yang menggunakan Mobile Roof. Mobile Roof ini adalah jenis atap yang bisa digerakkan secara mekanikal untuk dibuka ataupun ditutup. Pemerintah Belanda memang tidak tanggung-tanggung untuk menyelesaikan projek Amsterdam Arena yang bisa memuat maksimum 68000 (enam puluh delapan ribu) orang, 140 Juta Euro diinvestasikan dengan melibatkan Rob Schuurman dan Sjoerd Soeters sebagai duo arsitek penentu keberhasilan pembuatan stadion ini. Dengan begini, baik hari cerah maupun hujan tidak akan menjadi masalah lagi, the show is still go on. Saya kira, pembangunan ini perlu dicontoh di negara Indonesia jika ingin mengambil bagian di kancah internasional dalam bidang olahraga.

Amsterdam Arena Roof Opened

Amsterdam Arena Closed

Meneer Soeters

Gambar dan info didapat dari: World Stadium, Soeters, Amsterdam Arena.

5. McCormick Tribune Campus Center (1997-2003), Chicago-USA
Bangunan ini adalah tribun kampus dari Illinois Institute of Technology (IIT). Latar belakang dari projek yang memakan 48 Juta US Dollars ini dikarenakan tingkat kepadatan dari para mahasiswa yang bergerak di antara kampus dan Chicago L, Chicago L adalah jalur kereta yang menghubungkan seluruh kota Chicago dan kota-kota kecil di sekitarnya. Saking banyaknya aktivitas di sini, tingkat kebisingan menjadi bertambah sehingga mengganggu juga kegiatan belajar-mengajar di IIT. Oleh karena itu, seorang arsitek terkemuka dunia, yang berasal dari Belanda tentunya, bersama dengan tim arsitek Chicago merancang sebuah komplek area tribun kampus yang bertujuan mengurangi tingkat kebisingan suara di daerah tersebut tapi tetap mengakomodasi fasilitas transportasi Chicago L dan interkoneksi area-area di sekitar kampus. Projek enam tahun ini memang memakan biaya yang tinggi bahkan bisa dibilang overbudget dari 25 US$ menjadi 48 US$, namun keberhasilan projek ini memberi dampak luar biasa bagi IIT dan menjadi sebuah mahakarya arsitek di kota tersebut. Silahkan lihat gambar-gambar di bawah ini yang berhubungan dengan McCormick Tribune Campus Center:

Exelon Tube

McCormick Tribune Campus Center

The Tribune

Meneer Rem Koolhaas

Info dan gambar-gambar diambil dari: Wiki-McCormick, Wiki-Chicago L, Photo-Insurrance, OMA.

Okay, dari melihat kelima hasil inovasi arsitektur dan teknologi masa lalu tentu kita bisa belajar dari para arsitek jebolan negeri kincir Belanda bahwa seni dan ilmu arsitektur bukanlah sesuatu hal yang sepele. Saya bisa bilang bahwa mereka berusaha dengan sungguh untuk mewujudkan kreatifitas dan mimpi mereka dari pemikiran ke penggenapan di dunia nyata. Ini adalah hal yang perlu diacungi jempol bahkan menjadi teladan karena inipun bukanlah hal baru bagi mereka, mereka sudah melakukan banyak hal yang bermanfaat dan karya seni yang luar biasa jauh lebih lama sebelum negara kita (Indonesia) merdeka, sudah sepatutnya jika kita perlu belajar ke ahlinya untuk kita sendiri menjadi ahli. Seluruh dunia sudah mengakuinya dan saya jadi belajar bahwa inovasi dan seni itu bisa digabungkan (lihat kan buktinya bagaimana bangunan arsitektur sangat indah dipadu dengan teknologi baru) dan tujuan utama dari lahirnya sebuah inovasi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupan-kehidupannya. Daritadi saya sering memakai kata ‘Inovasi’, belum tentu kita memiliki definisi yang sama satu dengan yang lainnya oleh karena itu saya akan coba kutip apa arti inovasi yang diakui di dunia, lihat petikan di bawah ini:

Inovation: the introduction of something new, by Merriam-Webster Dictionary

Inovasi adalah PENGENALAN dari sesuatu yang BARU. Mendapat input informasi seperti itu, fibula-fibula di otak saya secara otomatis menerjemahkan inovasi sebagai konsep yang baru dikenalkan kepada kita dan kemungkinan besar belum terjadi atau sedang terjadi. Oleh karena itu, saya kembali melakukan riset dengan bantuan om Google untuk mencari tahu inovasi apa dari Belanda yang bisa membawa mahakarya besar di bidang arsitektur dan teknologi. “…carilah maka kamu akan mendapat…” (Mat 7:7), kutipan tersebut adalah sebuah prinsip hidup yang sangat menyemangati saya dalam proses pencarian inovasi dari Belanda ini; alhasil, saya menemukan sesuatu yang sangat menarik dan di luar imajinasi saya. Penasaran apa saja inovasinya? Silahkan lihat hasil temuan saya di bawah ini:

A. De Rotterdam (The Vertical City)
De Rotterdam sering kali disebut-sebut sebagai Vertical City (Kota Vertikal), karena memiliki konsep menghadirkan fasilitas layaknya sebuah kota seperti: perkantoran, apartemen, hotel, gimnasium, pertokoan, kafe, jalur transportasi, pusat perdagangan, tempat rekreasi dan lain sebagainya di dalam tiga buah menara raksasa dengan tinggi total 150 meter dan memiliki luas kotor wilayah hingga 160,000 meter persegi. Lokasi dari projek De Rotterdam ini persis di sebelah jembatan Erasmus yang menjadi ikon jembatan di Belanda dan distrik pelabuhan Wilhelminapier. Projek raksasa ini dimulai pada akhir tahun 2009 lalu, di bawah ini adalah sebuah gambar yang diambil saat acara groundbreaking pada tahun 2009 lalu:

De Rotterdam's Ground Breaking 2009

Projek ini diprediksikan akan selesai dibangun pada tahun 2013 dengan prediksi total biaya mencapai 340 juta euro. Siap-tiap tercengang melihat gambar-gambar di bawah ini mengenai bagaimana nanti De Rotterdam ini jadi di tahun 2013, here we go:

De Rotterdam

De Rotterdam at Night

The Central Hall

Interior Apartment

View From East

Projek The Vertical City ini adalah projek pertama di dunia yang dipimpin dan diarsiteki oleh arsitek terkemuka dari negara Belanda Meneer Rem Koolhaas bersama partnernya yaitu: Victor van de Chijs, Ellen van Loon, Shohei shigetmasu dan Reinier de Graaf. Lihat gambar para inovator dunia arsitektur ini:

Rem Koolhaas and Partners

Informasi dan gambar diperoleh dari situs resmi: OMA.

B. The Innovation Projects by Waterstudio
Untuk bagian ini, saya singkat menjadi sebuah judul saja yang berarti projek-projek inovasi dari Waterstudio. Waterstudio dibentuk oleh seorang arsitek muda berbakat Belanda bernama Koen Olthuis, dengan konsep inovasi khas Belanda yaitu bangunan-bangunan di atas air. Pemuda berbakat ini belajar dari para nenek moyangnya yang tidak takut dalam menemukan inovasi teknologi dan arsitektur untuk membuat kehidupan dari tanah yang sebelumnya tidak bisa ditinggali (keadaan geografis dataran Belanda yang berada di bawah permukaan laut). Semua ide-ide dan desain arsitektur yang bisa membuat orang berdecak kagum mempunyai kapasitas yang sama yaitu berada di atas air, mulai dari kompleks perumahan, restoran, terminal perahu (cruise terminal) bahkan sampai masjidpun dibuat mengambang di atas air. Hal ini tentu menarik perhatian orang-orang di Belanda maupun di belahan dunia lain seperti Saudi Arabia maupun Uni-Emirat Arab yang bersedia mengeluarkan aliran dananya bagi terciptanya karya-karya mengagumkan Meneer Koen Olthuis ini pada tahun-tahun mendatang. Kembali penasaran dengan projek-projek inovasi yang akan terealisasi dari Meneer Olthuis? Silahkan lihat ulasan di bawah ini:
-The Citadel-
Apartemen mengambang pertama di dunia, yang akan mulai dibangun di Belanda pada Desember 2010.

Citadel 1

Citadel 2

Citadel 3

-Floating Mosque-
Mesjid yang berada di atas air ini didesain spesial untuk dibangun di Uni-Emirat Arab pada Maret 2011.

Mosque 1

Desain Mosque

Interior Mosque

-Floating Cruiseterminal-
Terminal kapal-kapal pesiar ini juga dibuat dengan konsep mengambang di lautan dilengkapi dengan restoran, hotel, cinema, dan ruang konferensi yang tentunya memberikan kenyamanan para pengunjung. Dutch Docklands akan menjadi klien dari hasil karya Waterstudio dan realisasinya akan ada di tahun 2014.

Cruise Terminal 1

Cruise Terminal Side View

Cruise Terminal Top View

Mau tahu semuda apa tampang dari arsitek handal Koen Olthuis ini? Cek gambar di bawah ini, anda pasti setuju bahwa dia adalah arsitek yang sangat berbakat dan masih muda yang artinya akan ada banyak inovasi lain yang akan dia kontribusikan di muka bumi ini:

Koen Olthuis

Informasi dan gambar diperoleh dari situs resmi: Waterstudio.

Okay, sudah cukup panjang kita membaca, melihat dan menyimak hasil karya maupun karya yang akan dibuat oleh para arsitek Belanda. Saya berharap para pembaca menjadi terinspirasi dan belajar sesuatu yang positif dari postingan ini. Saya sendiri merasakan bahwa saat mencari bahan untuk postingan ini, mata saya dibukakan lebar-lebar bahwa di luar sana, ada banyak orang-orang biasa yang menciptakan karya-karya yang luar biasa. Di satu sisi memang saya perlu akui bahwa saya tidak mendapatkan pengetahuan seperti yang mereka dapatkan atau mengalami tantangan hidup yang mereka lalui sehingga membuat mereka menjadi begitu kreatif dan inovatif namun di sisi yang lain saya jadi tambah percaya bahwa tidak ada satupun yang mustahil di bumi ini atau terlalu sulit untuk kita kerjakan asalkan kita memiliki pemikiran yang positif bahwa kita itu bisa.

Kepiawaian Meneer Olthuis di bidangnya memberi saya contoh bagaimana anak muda bisa berprestasi asalkan ada keberanian untuk belajar sesuatu yang baru, berpikir sesuatu yang baru dan melakukan sesuatu yang baru. Tekad yang kuat ternyata menentukan keberhasilan dari seseorang. Oleh karena itu, jika ada kesempatan untuk kita bisa belajar di negeri orang lain seperti di Belanda, saya harap kita tidak sia-siakan hal ini. Pemerintah Belanda dan Indonesia sudah menjalin hubungan yang erat dan mutualisme dalam dunia pendidikan di mana mereka membuka pintu kesempatan untuk rakyat Indonesia mengenyam pendidikan di negeri Belanda dan begitu juga sebaliknya buat orang di Belanda bersekolah di Indonesia, informasi ini bisa didapat di studidibelanda dan Nuffic-Neso Indonesia, disediakan bermacam-macam jenis beasiswa maupun kesempatan belajar di negeri kincir Belanda. Sudah saatnya untuk kita semua yang di Indonesia ini membuka pemikiran dan wawasan kita secara internasional dan jangan lupa bahwa tanggung jawab kita semua sebagai warga negara untuk memberi kontribusi positif bagi pembangunan negara dan kesehjatraan rakyat, jika bukan kita maka siapa lagi? Jika orang Belanda baik muda maupun tua saja bisa menciptakan inovasi yang diakui di dunia, mengapa kita orang Indonesia tidak bisa? Kita pasti bisa, berpikirlah positif…

Yosua Kristianto, B.Sc
Dutch’s Architecture Innovation From Past to Future

Catogories: Peserta

34 Responses

  1. Keren Mas Yosua, anda menampilkan arsitek dari zaman dahulu hingga zaman modern sehingga kita juga bisa melihat bagaimana perkembangan konsep arsitektur di Belanda.  

  2. Setuju saya dengan definisi Inovasi=Pengenalan akan konsep yang baru. Mas Yangki juga menulis mengenai desain tata kota di Bandung ya Mas, apa tinggal di Bandung juga mas?  

  3. suzannita says:

    keren banget nih :D   

  4. The architecture innovation is incredible Mba Suz..  

  5. BoRn says:

    keren gan inponya.  

  6. BoRn says:

    IJIN COPAS gan, mau ane masukin KAsKUS  

  7. cewrock19 says:

    i love those innovations,,keren bgt kalo bener2 t’realisasikan,entr aq lgsg cabut k Belanda,ahahaha.. :)
    dalam wktu krg dri 100 thn org2 udh bsa m’ciptakan karya sekeren ini,,i recall these words that “we are created to be creative”.. ;p

    *like the stadion also..  

  8. adit says:

    mantep yos….
    skarang tinngal ditunggu kaloborasi dri peradaban arsitek zaman doelo dengan zaman sekarang,,,  

  9. @Cewrock: Agreeable,tapi tensenya kita perbaharui ya: “we were created to be creative”.

    @Adit: Bisa diatur itu ntar kebayang gedungnya unik n art deco lagi. keren juga bos ide campuran klasik n masa depan, bisa dinamain “When Past Meets Future”

    @Born: Thank you mas Born..  

  10. rina_okta says:

    aje gileee itu bangunan bagus2 banget yak…jd mupeng liat langsung sm mate aye sendiri dah…ckckckck *sembari menggeleng2kan kepala* nice pict gan :D   

  11. dieka2501 says:

    wahh… keren abis.. bentuk bangunannya tidak biasa,,, kereeeennn… tp itu ttp seimbang kan?? heuu

    http://dieka2501.web.id/2010/04/belanda-si-tukang-bangunan/  

  12. betul mas yoshua. saya tinggal di bandung semenjak menjadi mahasiswa dari tahun 2006 dan perubahan suhu saat ini terlalu terasa jika dibandingkan dengan tahun 2006.  

  13. suzannita says:

    Belanda sudah memberikan perubahan pada bentuk bangunan , kreativitasnya patut mendapatkan acungan jempol, kenapa Indonesia masih gini-gini aja ya :(   

  14. @rina: Ho oh, saya juga kepingin liat langsung aslinya amsterdam arena n projek de rotterdam..  

  15. @dieka: Seimbang pasti, waktu bikin udah memikirkan load balancing systemnya juga..  

  16. @suzan: memang masalah penataan kota yang dari awal kurang dipikirkan jadinya begini tapi semua masih bisa berubah mba, tapi perubahan tanpa ada pola pikir dan ilmu tidak akan bagus juga jadi raihlah kesempatan belajar dari orang lain untuk itu. Mudah2an selama masih hidup kita bisa lihat perubahan di negara kita mba.. ^^  

  17. @Mas Yangki: Wah ntar kita bisa kopi darat blogger Bandung klo saya ke bandung wkwkwkwkwkwkw… Iya Bandung gak sedingin dulu mas, tapi tetap lebih senang di Bandung melihat bangunan-bangunan klasik n gak setinggi seperti di Jakarta hehehehehe..  

  18. ayok2.. kopdar kalau memang lagi ada di bandung.. memang jika dibandingkan dengan jakarta, masih mending di bandung deh.. hhee..  

  19. dieka2501 says:

    hidup bandung.. hhihih apa sih..

    iya.. perhitungannnya emang tepat.. makanya bisa bertahan lamaaaaa…  

  20. @Mas Yangki dan Mas Dieka: Wkwkwkwkwk tidak boleh berbaru SARA katanya tapi chauvinisme boleh ga ya? (jj:just joke), karena bentar lagi jika diteruskan malah melenceng ke Persib bisa2. Enak juga berkompetisi blog jadi kenal banyak orang baru, add fb n ym aja mas: yosua_kr@yahoo.co.uk.  

  21. btw Yosua temannya Maria Devi Prasetyo? udah di add..  

  22. juju says:

    gmnpun jg, ur great sir!hebat!  

  23. hahn says:

    wih bangunan jaman dulu semuanya yang diulas yang di bandung yah ? hidup bandung :mrgreen:   

  24. @Mas Yangki: Iya mas, Devi temen satu SD sama saya dulu di Baros. Thanks ya mas sudah add. sudah saya approve juga :)   

  25. @Juju: Thanks for the support..

    @Hahn: Iya mas pengalaman sendiri lebih berasa sih. Wah jadi nih kita kopdar para blogger Bandung, salam kenal mas..  

  26. dieka2501 says:

    @hahn.. iya mungkin karena berdirinya bandung idenya orbel(orang belanda-red) jadi di bandung tuh numpuk bgt ma peninggalan belanda.. sebtulnya bukan cm bangunan… perkebunan juga.. beda ma kota lain, kyk jogja, solo… itu kan ma kerajaan ya.. jadi g trll bnyak CMIIW…

    yang pling penting… karena disini banyak yang ngebahas bangunan di bandung… kita jagain deh.. kota bandung… minimal jgn buang sampah sembarangan.. hehehe ane kampanye peduli bandung nih.. heheheheh  

  27. always_me says:

    kita pasti bisa atuuuuh………..  

  28. @always_me: Sip teh, kita pasti bisa.. ^^  

  29. vitra leonita nababan says:

    waduuu..
    ko yos pengen jd arsitek yaa??
    ahahahahahahaaaa…:D  

  30. @vitra: Seandainya waktu dapat terulang wkwkwkw, gak lah gak mau jadi arsitek, itu bukan bidang kemahiran ko2. Tapi ko2 sangat menyukai arsitek dan history… N the best to see architect works is Netherland.. ^^  

  31. belajarlah tentang Arsitektur dari Belanda  

Leave a Reply